Mohon menunggu...

Jangan menutup halaman ini.

Crypto Winter

Kategori : Informasi
Dibuat :5 bulan yang lalu
Crypto Winter

    

     Crypto Winter adalah penyebutan untuk fenomena jatuhnya harga atau nilai mata uang kripto di pasar secara drastis dan berkepanjangan. Istilah tersebut muncul ketika harga bitcoin dan aset digital lainnya di dunia kripto mengalami perosotan harga yang signifikan pada tahun 2018 dan mempunyai pergerakan stagnan (sideways) sepanjang tahun 2018-2020.

Nilai Aset Digital Kripto sepanjang Tahun 2018-2020

Koin

Top (US$)

Bottom (US$)

Change (%)

Bitcoin

19,798.68

3,156.26

- 84%

Ethereum

1,440

81.79

- 94.3%

XRP

1.5

0.1013

- 93.2%

Ltc

366.96

22.5

- 93.8%

 

Terlihat pada tahun 2018, nilai Bitcoin sebagai aset digital dengan market capital terbesar mengalami penurunan yang signifikan dengan turun tajam sebesar – 84% yang diikuti penurunan nilai aset-aset digital lainnya dimana pada saat itu memunculkan kepanikan yang cukup besar di dunia kripto dan sepanjang tahun 2018-2020 aset-aset digital bergerak stagnan yang membuat pasar kripto cenderung lesu dan kurang menarik perhatian mayoritas penggiat kripto Terdapat beberapa faktor yang membuat crypto winter terjadi pada tahun 2018, di antaranya :

1. Bubble

Bubble adalah istilah yang digunakan dalam dunia ekonomi dimana ketika aset mengalami kenaikan harga yang signifikan dalam jangka waktu cukup cepat sehingga harga aset melebihi nilai fundamental atau instrinsiknya sehingga ketika pasar menyadari bahwa harga aset tidak mencerminkan nilai fundamental atau nilai intrinsiknya, harga aset akan mengalami penurunan yang tajam. Hal tersebut terjadi dikarenakan investor yang bersikap spekulatif, hype, atau optimis berlebihan akan keberlangsungan aset di masa depan. Seperti halnya Bitcoin dimana sebelum terjadinya crypto winter di tahun 2018, Bitcoin dipandang hanya sebuat aset digital yang tidak mempunyai manfaat dan kemudian dengan adanya percepatan teknologi dan perkembangan digital currency serta ditambah bermunculan exchange yang memberikan pengetahuan tentang crypto, Bitcoin melesat kencang di tahun 2017 yang berharga sekitar US$ 6.000 mencapai nilai tertingginya di tahun 2018 skitar US$19.000. Hal tersebutlah kemudian yang menjadikan Bitcoin dan aset digital lainnya mengalami bubble dan bergerak stagnan sepanjang 2018-2020.

2. Pertumbuhan Industri Blockchain

Pada sepanjang tahun 2017-2018 industri kripto menjadi industri yang mengalami perkembangan pesat. Banyak perusahaan kripto yang berlomba-lomba membangun menciptakan koin, menawarkan jaringan digital blockchain, dan melakukan ICO (Initial Coin Offering). Hal tersebutlah yang kemudian memicu banyaknya koin dan token yang banyak beredar pada tahun 2018 dan mematik euforia dunia blockchain yang pada prakteknya, perusahaan-perusahaan blockchain tersebut masih berada pada fase awal pertumbuhan teknologi blockchain dan belum mempunyai kejelasan tentang perkembangan bisnisnya di dunia kripto sehingga tidak jarang terjadi scam atau rug pull pada koin atau token tertentu yang ikut berkontribusi terhadap penurunan nilai aset digital sepanjang tahun 2018-2020.

Habis Gelap Terbitlah Terang

     Ungkapan Habis Gelap Terbitlah Terang merupakan ungkapan yang tepat terhadap fenomena crypto winter sepanjang tahun 2018-2020. Pada tahun 2021 nilai-nilai aset digital melambung tinggi mencapai nilai tertingginya sepanjang sejarah. Nilai Bitcoin melambung tinggi mencapai US$69.000 yang diikuti oleh nilai-nilai aset digital lainnya yang ikut bergerak mencapai nilai tertingginya, hal tersebut tidak terlepas dari faktor “Bitcoin Halving” dan adanya wabah Covid-19 justru mematik pertumbuhan industri digital khususnya blockchain yang mengalami percepatan adopsi teknologi digital sebagai solusi adanya social distancing perubahaan budaya kerja menjadi maupun work from home.

     Terdapat kemiripan penurunan nilai aset digital kripto pada tahun 2022 dengan crypto winter tahun 2018. Setelah mencapai nilai tertingginya di US$69.000, Bitcoin mengalami penurunan tajam hingga mencapai US$20.000. Akan tetapi terdapat faktor ekonomi makro yang menjadi pembeda alasan kenapa sepanjang tahun 2022 aset digital kripto terus bergerak turun, inflasi Amerika dan negara-negara di belahan dunia menjadi faktor pemicu lesunya pasar kripto, ditambah adanya kasus Terra Luna menjadikan nilai kepercayaan akan aset digital menurn. Pembelajaran crypto winter 2018 dengan fenomena penurunan aset digital di tahun 2022 tentunya menjadikan kesempatan para investor kripto melakukan akumulasi buy dip aset-aset digital kripto. Pengembangan bisnis blockchain yang dilakukan seperti Ethereum dengan melakukan “Merge Ethereum 2.0”, masuknya manajemen investasi besar dunia seperti BlackRock, maupun adopsi matau uang digital kripto di berbagai dunia menjadikan beberapa investor optimis akan masa depan aset digital dan mulai mengkoleksi aset-aset digital.

     Semua tulisan yang dibuat oleh koinku merupakan media untuk memberikan edukasi ataupun pengetahuan, bukan merupakan rekomendasi jual beli aset digital. Ikuti terus update informasi seputar dunia kripto di Koinku Blog dan jika Sobat Koinku ingin investasi atau transaksi jual beli kripto yang sudah terdaftar Bappebti, aman, dan ga ribet, Pakai Koinku Aja.

Perjalanan perdagangan anda di mulai sekarang juga

Beli, Jual, dan Investasi Bitcoin, Ethereum, Ripple, DogeCoin, dan lainnya