Mohon menunggu...

Jangan menutup halaman ini.

Vitalik Buterin : Pendiri Ethereum

Kategori : Informasi
Dibuat :5 bulan yang lalu
Vitalik Buterin : Pendiri Ethereum

   

    

     Sobat Koinku pasti sering mendengar sosok pendiri Ethereum ini. Vitalik Buterin pada tahun 2021 dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya di dunia tahun 2021 versi majalah Forbes. Yuk kita  kenali dulu siapa Vitalik Buterin itu?

 

Masa Kecil dan Remaja Vitalik Buterin

 

Vitalik Buterin lahir pada tahun 1994 di Kota Kolomna, kota kecil yang berjarak 100 kilometer dari Kota Moscow dari pasangan anak ilmuwan computer yaitu Dmitry Buterin dan Nalatia Ameline. Kemudian  pada usia 6 tahun keluarganya, Setelah Dmitry bercerai dengan istrinya, ia pindah ke Toronto, Kanada pada tahun 1999. Bakat Kepintaran Vitalik Buterin sudah terlihat semenjak masa kecil. Vitalik ditempatkan ke dalam kelas berbakat di kelas tiga dan unggul di sejumlah mata pelajaran termasuk matematika, pemrograman, dan ekonomi. Dalam satu cerita, dia dikatakan telah menambahkan tiga digit angka di kepalanya dua kali lebih cepat dari rata-rata temannya. Orang tua dari Vitalik mendorong Vitalik untuk belajar layaknya seperti anak pada lainnya seperti belajar piano dan bermain ski, akan tetapi obesesi Vitalik terhadap dunia pemrograman sudah telihat sejak kecil.

 

“Saya mulai membuat kode saat saya berusia lima atau enam tahun. Tapi, saya baru serius tentang itu pada usia sepuluh atau dua belas tahun. Saya mulai menulis berbagai jenis permainan. Saya memiliki komputer Windows 95 lama dan buku tentang pemrograman dalam C ++ dengan Allegro, Di situlah semuanya dimulai," kata Buterin dalam sebuah wawancara  dengan Xakep.ru.


"Ada begitu banyak momen ketika saya menyadari, seperti oke, mengapa saya tidak bisa menjadi orang normal dan mendapatkan rata-rata 75% seperti orang lain," Kata Buterin dalam percakapan dengan Wired Magazine.


Pada tahun 2011, Vitalik mengetahui tentang Bitcoin dari ayahnya, Dmitry, seorang ilmuwan komputer. Saat itu, Vitalik sudah mengikuti lebih dari satu Olimpiade Informatika Internasional, bahkan meraih juara keempat di salah satunya. Awalnya Vitalik tidak terlalu menanggapi, ia lebih memilih “tenggelam” dengan game World of Warcraft. Lagipula Vitalik merasa tidak seperti ayahnya yang liberatarian. Beberapa minggu berikut, ia justru penasaran dan mencari tahu apa itu bitcoin, hingga ia berkesimpulan apa yang ia temukan itu memang sangat unik dan menantang. Di masa itu ia justru tidak terlalu memperhatikan mekanisme blockchain, yang sebenarnya fondasi besar atas apa yang kelak dibuatnya pada Ethereum. Kemudian Vitalik mulai menulis artikel tentang bitcoin dan blockchain di forum dan website. Kemudian bersama seorang programer Romania Mihai Alisie (23), Vitalik mendirikan Bitcoin Magazine. Mereka mengklaim edisi cetak dan daring majalah itu telah mencapai tingkat keterbacaannya hingga 1,5 juta. Vitalik lebih banyak mendominasi menulis di majalah itu. Berikutnya majalah itu tetap terbit, tetapi dengan kepemilikan berbeda.

 

Pendirian Ethereum

 

Pada tahun 2012, Vitalik masuk kuliah di University of Waterloo di Kanada. Dia kemudian memutuskan untuk dropout tak lama berselang karena ingin focus pada dunia kripto. Vitalik melanglang buana ke berbagai forum untuk mempelajari tentanf bitcoin. Kemudian setahun setelahnya konsep dari platform Ethereum lahir dan mengajak teman-temannya untuk ikut bergabung. Mereka diminta untuk mengirimkan 1 bitcoin untuk ditukar menjadi 2.000 Ether, yang pada saat itu sebutan untuk kripto berbasis Ethereum. Banyak yang tertarik  dan Vitalik berhasil mengumpulkan 30.000 bitcoin atay $18,5 juta  pada saat itu.

 

Pada tahun 2015, Vitalik bersama tiga orang temannya (Mihai Alisie, Anthony Di Loria, dan Charles Hoskinsons) meluncurkan Ethereum Semenjak saat itu, nama besar Ethereum mulai dikenal oleh orang-orang di dunia kripto. Pada awalnya 1 bitcoin berharga 2.000 Ether. Saat proyek dirilis harga 1 Ether adalah $2,9 yang tidak sampai satu tahun berselang naik di haraga $10. Pada tahun 2017 Ethereum bergerak di rentang harga $150-$280, perusahaan-perusahaan besar Amerika seperti IBM, Goldman Sachs, JP Morgan, dan masih banyak perusahaan lainnya mulai mengadopsi jaringan Ethereum hingga kemudia nilai kapitalisasi Ethereum menembus $1 Milliar

 

Mekanisme Ethereum

 

Ethereum menggunakan konsep transaksi yang terdesentralisasi (decentralized application/DApps). Mengutip wawancara Vitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum, dalam laman Hir.harvard.edu, Ethereum bekerja sebagai platform di mana semua orang dapat mengunggah kode disebut smart contacts. Siapa pun dapat menerbitkan smart contact atau mengirim transaksi. Seluruh kode dapat berjalan di blockchain. Misalnya, jika seseorang membuat sebuah aplikasi lalu orang lain juga membuat aplikasi, maka kedua aplikasi dapat berinteraksi. Lingkungan Ethereum terinterkoneksi sehingga semakin banyak orang yang bergabung, semakin luas jaringannya Sama seperti mata uang kripto lain, Ethereum menggunakan teknologi blockchain. Teknologi blockchain digunakan untuk memverifikasi seluruh transaksi. Aktivitas tersebut dicatat pada public ledger atau buku besar publik yang transparan dan aman serta langsung dikenali. Agar dapat diperdagangkan, mata uang Ethereum yang disebut Ether harus melalui proses mining, yaitu tindakan menambahkan transaksi ke blockchain sehingga semua orang dapat menyetujui rangkaian transaksi yang sama. Ether dapat digunakan sebagai mata uang digital dalam transaksi keuangan atau sebagai investasi. Saat ini Ethereum sedang dalam proses transisi yang sangat besar menuju jaringan PoS (Proof of Stake) atau biasa disebut Merge Ethereum 2.0. Banyak yang menanti bagaimana perkembangan Ethereum ketika sudah mentrasisikan seluruh jaringannya. Bahkan banyak analis yang memperkirankan Ethereum menjadi aset digital terbesar nantinya.



 

Perjalanan perdagangan anda di mulai sekarang juga

Beli, Jual, dan Investasi Bitcoin, Ethereum, Ripple, DogeCoin, dan lainnya